Peringati Hari Jadi ke-23, Pemkab Tanbu Tanam 6.600 Bibit Mangrove di Muara Pagatan

Normansyah
12 Apr 2026 12:04
2 menit membaca

Detikbanua.com, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mengambil langkah nyata dalam pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekonomi pesisir.

Memperingati Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu, sebanyak 6.600 bibit mangrove ditanam di Desa Muara Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Minggu (12/4/2026).

Aksi lingkungan yang menyasar lahan seluas dua hektare ini dipimpin langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif.

Selain sebagai upaya rehabilitasi, kegiatan ini dicanangkan sebagai investasi jangka panjang bagi ekosistem dan kesejahteraan warga lokal.

Bupati Andi Rudi Latif menekankan bahwa mangrove bukan sekadar tanaman pelindung abrasi, melainkan komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi bagi pelaku UMKM.

“Akar hingga buah mangrove ini sangat bermanfaat untuk ekonomi kita. Kulitnya bisa dijadikan pewarna alami pakaian, buahnya bisa diolah menjadi sirup segar, bahkan bijinya bisa diolah menjadi kopi yang mulai digemari masyarakat,” ujar Andi Rudi Latif di sela kegiatan.

Selain potensi pengolahan produk, keberadaan hutan mangrove yang sehat akan menjadi habitat bagi biota laut. Hal ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan stok ikan sehingga hasil tangkapan nelayan tetap melimpah di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH Kementerian Kehutanan RI, Dr. Muhammad Zainal Arifin. Ia memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme kabupaten berjuluk Bumi Bersujud tersebut dalam merehabilitasi hutan.

Zainal menjelaskan bahwa jenis bibit yang ditanam, yaitu Rhizophora dan Avicennia, memiliki keunggulan luar biasa dalam memitigasi perubahan iklim global.

  • Penyerapan Karbon: 5 kali lebih besar dibandingkan ekosistem daratan.
  • Penyimpanan Karbon: Mencapai 20 kali lipat lebih banyak daripada hutan biasa.

Saat ini, Kabupaten Tanah Bumbu memiliki ekosistem mangrove eksisting seluas 5.200 hektare. Namun, pemerintah daerah tidak berhenti di situ. Masih terdapat potensi pemulihan habitat hingga 5.900 hektare yang akan terus dimaksimalkan.

Langkah masif ini sejalan dengan target nasional Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca serta menjaga kelestarian wilayah pesisir dari ancaman abrasi yang kian nyata.

x
x