RAT Ke-22, TKBM Karya Bersama Tanah Bumbu Jadi Contoh Koperasi Sehat dan Mandiri

Normansyah
19 Feb 2026 04:02
2 menit membaca

Detikbanua.com BATULICIN – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Karya Bersama Tanah Bumbu kembali menegaskan eksistensinya sebagai koperasi sehat dan mandiri. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-22 Tahun Buku 2025 yang digelar di kantor koperasi, Jalan Gawe Sabumi, Batulicin.

RAT yang dilaksanakan di kantor sendiri mendapat apresiasi dari Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Henra Saragih. Ia menyebut, dari 120 koperasi TKBM di Indonesia, baru 31 yang mampu melaksanakan RAT tepat waktu, termasuk TKBM Karya Bersama Tanah Bumbu.

Henra menilai pelaksanaan RAT di kantor sendiri menjadi bukti kemandirian dan kekuatan internal koperasi. Ia berpesan agar pengurus dan anggota terus menjaga “rumah besar” koperasi agar tetap sehat, profesional, serta mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Berdasarkan laporan Tahun Buku 2025, jumlah anggota koperasi mencapai 797 orang dengan total aset sebesar Rp 9,5 miliar dan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 390 juta. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan pengelolaan usaha yang semakin solid.

Henra juga menegaskan bahwa anggota TKBM bukan sekadar pekerja pelabuhan, melainkan pemilik koperasi yang memiliki hak dan tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan usaha. Ia mendorong agar koperasi terus bertransformasi melalui rebranding, digitalisasi, serta penguatan tata kelola dan sumber daya manusia.

Dukungan pemerintah terhadap penguatan koperasi juga diwujudkan melalui berbagai kebijakan, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta terbitnya Petunjuk Pelaksanaan Nomor 1 Tahun 2026 tentang tata cara penilaian Koperasi TKBM di pelabuhan guna meminimalisir konflik kepentingan.

Sementara itu, Ketua Koperasi TKBM Karya Bersama, Safaruddin, menekankan pentingnya persatuan dan solidaritas antaranggota. Ia mengingatkan agar seluruh anggota tidak mudah terpecah belah oleh kepentingan tertentu yang dapat melemahkan posisi koperasi.

Sekretaris Koperasi, M. Syahdan Banna, menambahkan bahwa RAT menjadi momentum evaluasi menyeluruh, terutama dalam peningkatan profesionalisme SDM, disiplin kerja, perbaikan akhlak, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Menurutnya, risiko kecelakaan dalam proses bongkar muat cukup tinggi sehingga aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas kerja.

RAT ke-22 ini juga menyepakati berbagai keputusan strategis yang diterima secara bulat oleh anggota. Koperasi mendukung penuh surat DitLala per 22 Januari 2026 dan telah merealisasikan pekerjaan di floating crane di wilayah Tanah Bumbu.

Pekerjaan tersebut diharapkan dapat berjalan lancar serta semakin meningkatkan kesejahteraan anggota.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Koperasi Provinsi Kalimantan Selatan, Disnakertrans, KSOP Kelas II Kotabaru Batulicin, KSOP Kelas III Satui, hingga General Manager PT Pelindo. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti sinergi dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan di daerah. (Man)

x
x