Detikbanua.com, Tanah Bumbu – Ratusan penumpang tujuan Sulawesi Selatan gagal diberangkatkan dari Pelabuhan ASDP Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Selasa (17/3/2026). Mereka diduga menjadi korban praktik oknum yang menjanjikan keberangkatan tanpa tiket resmi.
Berdasarkan data pihak ASDP Batulicin, tercatat sebanyak 261 penumpang tidak dapat diberangkatkan karena tidak memiliki tiket resmi atau disebut sebagai “penumpang gelap”. Sementara itu, 240 penumpang yang tercatat dalam manifest dan memiliki tiket resmi tetap diberangkatkan menggunakan KMP Awu-Awu menuju Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Salah seorang penumpang yang tertunda keberangkatannya, Andi Asri, mengaku telah tiba di Pelabuhan ASDP Batulicin sejak Sabtu (14/3/2026) setelah berangkat dari Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Ia mengaku telah membayar biaya perjalanan sebesar Rp1,1 juta per orang kepada sopir travel yang menjanjikan perjalanan hingga naik kapal tanpa biaya tambahan.
Menurutnya, para penumpang bahkan sempat naik ke atas kapal pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, mereka diminta turun kembali pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WITA karena tidak memiliki tiket resmi.
“Kami sudah di dalam kapal. Setelah ada pemeriksaan, kami diminta turun karena katanya tidak punya tiket resmi,” ujar Andi Asri saat ditemui wartawan.
Ia mengaku kecewa karena sebelumnya percaya bahwa biaya yang dibayarkan kepada sopir travel sudah termasuk tiket resmi penyeberangan.
“Kami dijanjikan dengan biaya itu sudah sampai naik kapal tanpa biaya tambahan lagi. Kami kira semuanya sudah beres, ternyata kami dibilang penumpang gelap,” ungkapnya.
Menanggapi kejadian tersebut, General Manager Pelabuhan ASDP Batulicin, Ardian, membantah bahwa para penumpang tersebut terlantar. Ia menegaskan bahwa keberangkatan mereka hanya tertunda dan akan dijadwalkan kembali pada pelayaran berikutnya.
“Tidak ada penumpang terlantar. Mereka akan diberangkatkan hari Kamis nanti dengan KMP Awu-Awu, jadi hanya tertunda,” jelasnya.
Ardian juga mengakui bahwa ratusan penumpang tersebut memang tidak memiliki tiket resmi. Ia menduga ada kelengahan petugas sehingga sejumlah penumpang bisa masuk ke kapal tanpa melalui proses pembelian tiket resmi.
“Kemungkinan petugas ASDP Batulicin lengah sehingga sekitar 300 penumpang bisa masuk tanpa tiket resmi,” katanya.
Pihak ASDP, lanjut Ardian, akan melakukan evaluasi internal terkait insiden tersebut dan memastikan akan menindak tegas apabila ditemukan oknum yang terlibat dalam praktik tersebut.
“Kami akan tindak tegas jika ada oknum dari ASDP Batulicin yang bermain,” tegasnya.
Sebelumnya, KMP Awu-Awu dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan ASDP Batulicin menuju Pelabuhan Garongkong pada Senin (16/3/2026) pukul 11.00 WITA dengan kapasitas 240 penumpang. Namun keberangkatan kapal sempat ditunda setelah KSOP Kotabaru–Batulicin melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menemukan jumlah penumpang di atas kapal mencapai hampir 500 orang.
Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, diketahui 240 penumpang memiliki tiket resmi, sementara 261 penumpang lainnya tidak tercatat dalam manifest sehingga tidak diizinkan berlayar.