
BATULICIN, Detikbanua.com – Dalam rangka implementasi visi dan misi Kabupaten Tanah Bumbu menuju Tanah Bumbu yang maju makmur dan beradap. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Tanah Bumbu terus mendorong peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah melalui inovasi Sistem Elektronik Riset dan Inovasi (SERASI) Versi 2.0.
Inovasi ini dikembangkan sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan hasil penelitian dan inovasi daerah agar tidak hanya menjadi dokumen kajian, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan serta solusi nyata terhadap berbagai permasalahan pembangunan.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappedalitbang Tanah Bumbu, Eva Mayasari, mengungkapkan SERASI 2.0 hadir sebagai wadah pengelolaan, kolaborasi, sekaligus percepatan pemanfaatan hasil riset dan inovasi daerah.
Menurutnya, SERASI 2.0 merupakan langkah transformasi digital dalam pengelolaan hasil penelitian dan inovasi yang terintegrasi. Sistem ini mencakup pencatatan hasil penelitian, pengelolaan rekomendasi, pemantauan tindak lanjut, dokumentasi bukti dukung (evidence), hingga pelaporan dan monitoring pemanfaatan hasil kelitbangan.
“Melalui aksi perubahan Sistem Elektronik Riset dan Inovasi SERASI 2.0 ini, diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Bappedalitbang dengan seluruh perangkat daerah, sehingga hasil penelitian dapat menjadi salah satu landasan dalam pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, terukur, dan berbasis bukti,” jelas Eva.
Ia berharap, penerapan inovasi tersebut dapat membangun ekosistem riset dan inovasi daerah yang lebih terintegrasi, kolaboratif, serta akuntabel. Dengan demikian, setiap hasil penelitian memiliki peluang lebih besar untuk ditindaklanjuti dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
SERASI 2.0 juga menjadi bagian dari upaya mendukung implementasi visi dan misi Kabupaten Tanah Bumbu menuju daerah yang maju, makmur, dan beradab.
Melalui inovasi ini, Bappedalitbang ingin memastikan bahwa penelitian tidak sekadar menghasilkan rekomendasi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kebijakan pembangunan yang berkualitas dan berorientasi pada hasil.
SERASI 2.0: Menghubungkan Riset, Menguatkan Kebijakan, Mewujudkan Pembangunan Berbasis Bukti.(***)

