
Detikbanua.com, BATULICIN – Komisi II DPRD Kabupaten Tanah Bumbu kembali menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian, dengan menghadirkan kontraktor pelaksana pembangunan pasar darurat.
Rapat tersebut juga membahas tindak lanjut rencana pembangunan Pasar Bumi Pangeran Pagatan. Dalam pertemuan itu terungkap bahwa para pedagang belum sepenuhnya menempati lokasi penampungan sementara yang telah disediakan.
Dari total 200 lapak, lebih dari 80 persen sudah ditempati. Namun, sebagian pedagang, khususnya pedagang kain, masih menunda kepindahan karena harus membenahi lapak agar lebih nyaman digunakan untuk berjualan.
Ketua Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Andi Erwin, mengatakan secara fisik seluruh lapak sebenarnya telah selesai dibangun. Meski demikian, masih terdapat beberapa fasilitas yang perlu dibenahi.
“Secara fisik sudah 100 persen, tapi masih ada beberapa fasilitas yang harus dilengkapi seperti aliran listrik, urukan tanah, serta sarana MCK,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kontraktor berkomitmen segera menyelesaikan kekurangan tersebut dalam waktu dekat.
DPRD berharap perbaikan fasilitas dapat segera dituntaskan, sehingga seluruh pedagang bisa segera menempati lapak dan aktivitas perdagangan kembali berjalan normal.

