
Detikbanua.com, BATULICIN – Keindahan wastra lokal Tanah Bumbu tampil memukau dalam Koleksi Fashion Show Dekranasda Tanah Bumbu 2026 yang digelar di Ruang Terbuka Publik Simpang Empat, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Aksi Inovasi Tanbu 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu.
Panggung utama berubah menjadi ajang unjuk karya terbaik para perajin lokal, dengan menampilkan Tenun Pagatan sebagai ikon kebanggaan daerah. Kain tradisional ini tampil dalam balutan desain modern yang elegan dan berkelas.
Ketua Dekranasda Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, mengatakan ajang ini menjadi upaya nyata untuk melestarikan sekaligus mengangkat nilai ekonomi tenun khas daerah.
“Melalui fashion show ini, kita ingin memastikan Tenun Pagatan tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengembangan wastra lokal tidak hanya berhenti pada pelestarian, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan tren fashion masa kini.
Dalam peragaan tersebut, berbagai koleksi eksklusif ditampilkan dengan memadukan siluet modern dan motif tradisional khas Pagatan, seperti motif Sobirin dan Pucuk Rebung.
Perpaduan warna-warna alam yang berani memperkuat karakter desain, mencerminkan semangat masyarakat Tanah Bumbu yang dinamis namun tetap menjunjung nilai budaya.
Tak sekadar kain, Tenun Pagatan juga merepresentasikan filosofi kehidupan. Setiap helai benang mengandung nilai kesabaran, ketekunan, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh para perajin.
Busana yang ditampilkan pun dirancang fleksibel, mulai dari kebutuhan acara formal hingga gaya kasual yang tetap elegan, menunjukkan bahwa wastra lokal mampu bersaing di panggung fashion yang lebih luas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk lebih mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Fashion show Dekranasda Tanah Bumbu 2026 pun menjadi bukti bahwa warisan budaya tidak hanya dapat dilestarikan, tetapi juga dikembangkan menjadi karya kreatif yang relevan dengan zaman.

