Dorong Regenerasi Penari Tradisional, Pemkab Tanah Bumbu Gelar Pembinaan Sanggar Seni di 12 Kecamat

Normansyah
15 Oct 2026 07:44
3 minutes reading

Detikbanua.com, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rudi Latif terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya lokal. Langkah nyata ini diwujudkan melalui program pembinaan dan regenerasi penari tradisional bagi sanggar-sanggar seni yang tersebar di 12 kecamatan.

Salah satu fokus pembinaan menyasar para generasi muda di Sanggar Seni Tari Pranaya, Desa Jukueja, Kecamatan Kusan Hilir, pada Selasa (13/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, para peserta dibekali pelatihan mendalam mengenai Tari Radap Rahayu—salah satu tarian klasik kebanggaan masyarakat Banjar.

Plt. Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Tanah Bumbu, Isnawati, S.Sos., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penerjemahan dari misi keenam Bupati Andi Rudi Latif, yakni pengembangan seni, budaya, dan olahraga.

“Generasi penerus harus mengenal dan menguasai tarian khas daerah seperti Tari Radap Rahayu dan Baksa Kambang. Tujuannya agar adik-adik tidak sekadar tahu, tetapi juga mahir mempraktikkannya. Setelah pelatihan ini, kami meminta ketua sanggar untuk melakukan follow up agar latihan terus berjalan secara konsisten,” tegas Isnawati.

Lebih lanjut, Isnawati membakar semangat para penari muda agar tidak ragu meniti karier dan menyalurkan bakat di bidang seni tradisional. Menurutnya, anak muda yang mau melestarikan budaya adalah pahlawan nyata bagi daerah.

“Jangan pernah malu membawakan kesenian tradisional. Adik-adik di sini adalah pahlawan pemajuan kebudayaan. Kalianlah yang akan meneruskan tarian ini, mengenalkannya kepada teman sebaya, dan memastikan warisan leluhur kita tidak punah ditelan zaman,” imbaunya.

Tak sekadar memberikan wawasan dan pelatihan, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tanah Bumbu juga menyiapkan panggung bagi para penari daerah. Disporabudpar secara aktif menunjuk kelompok tari lokal untuk tampil dalam berbagai acara resmi Pemkab maupun agenda instansi eksternal.

Melalui mekanisme ini, para penampil tidak hanya mendapatkan ruang mengekspresikan bakat, tetapi juga memperoleh honorarium sebagai bentuk apresiasi atas keterampilan mereka.

Program pembinaan ini disambut hangat oleh para penggiat seni di tingkat tapak. Ketua Sanggar Seni Tari Pranaya, Khairunnisa, optimistis materi yang diberikan narasumber dapat menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas penampilan para anggotanya.

Antusiasme senada ditunjukkan oleh Kinani Irdina Irawan, siswi kelas IX SMPN 1 Kusan Hilir yang menjadi peserta pelatihan. Ia mengaku makin bersemangat untuk mendalami seni tari Banjar bersama teman-temannya.

“Semoga ilmu yang diberikan narasumber bermanfaat bagi perkembangan sanggar kami. Setelah pembinaan ini, saya ingin terus belajar Tari Radap Rahayu bersama kawan-kawan, sehingga kami bisa ikut menjaga melestarikan tarian ini untuk generasi berikutnya,” ungkap Kinani.

Melalui program pembinaan berkelanjutan di 12 kecamatan ini, Pemkab Tanah Bumbu berharap kesenian tradisional tidak hanya bertahan sebagai identitas daerah, tetapi juga terus hidup dan berkembang di tangan generasi muda.

x
x